Apa, sih, yang seharusnya ada di seorang pria yang menuju 40? Lebih mapan? Stabil? Dewasa? Entahlah.....aku merasa masih sama seperti aku 10 tahun yang lalu....
Rabu, 08 Februari 2012
Tanggung jawab dan komitmen
Dear ....,
Aku ga tahu harus disini dengan nama siapa....hehehehe
Beberapa waktu lalu aku dikirim link video yang bagus sekali. Intinya bahwa semua orang tidak sempurna tetapi ketidak sempurnaan mereka justru membuat orang yang kita sayangi menjadi sempurna buat kita.
Aku ga tahu apa yang terjadi 2-3 hari ini tetapi tadi pagi dia pergi lagi. Meski balik hari tetapi tetap saja membuatku kecewa.
Sepertinya aku pernah menulis di blog-ku, entah yang mana, bahwa jika kita ingin mengingat atau merasakan bagaimana perasaan kita ke orang yang kita kasihi coba tatap wajah mereka saat mereka sedang tidur.
Aku sudah berkomitmen hampir 8 tahun lalu dan aku juga berkomitmen ke NLK beberapa bulan lalu dan jika aku sudah berkomitmen aku berusaha sekuatku dengan segala halangan yang akan ada untuk tetap menjaga komitmenku.
Kedua mahluk sebaya yang kucintai juga tidak sempurna. Tidak ada yang sempurna tetapi jika aku melihat lagi video itu aku setuju bahwa ketidaksempurnaan mereka yang akan tetap kuingat bahkan aku rindukan.
Aku akan 'menikmati' perjalanan komitmenku dengan makin 'silent', banyak mendengar dan bersandiwara. Plus sabar tentunya.
Jadi untuk mereka, orang-orang yang kucintai dan kusayangi, aku akan mulai banyak mendengar, diam dan tetap bersabar meski itu bakal 'memakan' aku.
Jumat, 20 Januari 2012
Jakarta, 10 Jan 2012, 09:45.
Duduk dipojok sebuah resto fast food di Senayan, memandang gedung Senayan City dipagi yang mendung mengingatkanku kepada suasana beberapa tahun yang lalu saat aku sedang mengambil master. Sepi. Terasing.
Lamunanku terputus saat kenalanku datang. Kita akan mengadakan meeting mengenai produk interior dan ternyata beliau dalam usia yang relatif muda sudah memegang posisi yang tinggi.
Jika tidak berniat mengurus perusahaan interiorku dan membangun aset aku tidak akan mau melakukan meeting di pagi ini dan di tempat asing ini.
Semalam baru aku menyadari tidak ada harganya seorang diriku dimatanya. Seharusnya aku atur untuk membicarakan dengan beliau tapi aku berubah pikiran. Aku tetapkan untuk menambah satu orang ke dalam list ku. Daftar orang yang didepan mereka aku bersandiwara. Aku tersenyum saat menulis ini. Yup, kurasa itu yang terbaik saat ini. Berlaku seakan tidak terjadi apa-apa. Lagipula beliau tidak berharga buatku untuk aku menjadi fed up.
Bye
Jakarta, Sabtu, 7 Jan 2012.
Saat aku sedang menunggu temanku di kantin YTKI Sabtu siang, iseng-iseng aku melihat BB ku dan aku melihat updated propic salah satu temanku saat di Labs. Statusnya : emergency room. Dlm propic beliau terlihat foto beliau yg sedang menggendong anaknya dng latar belakang tulisan emergency di pintu.
Sang anak tampak tenang tertidur tp perhatianku lebih ke arah wajah ayahnya. Wajah khawatir. Jika aku ingat seperti apa wajah beliau saat sma dulu kira2 21 thn yg lalu sangat berbeda. Tidak bs kubayangkan akan timbul pada wajahnya wajah seorang ayah yg sangat khawatir dng anaknya.
Wajah beliau mengingatkanku jg dng wajah temen sma ku juga saat aku melihat beliau saat aku sedang mengurus surat kesehatan di salah satu klinik di Kuningan. Wajah seorang ayah. Tidak ada lagi wajah anak remaja yg konyol dan nakal. Diganti wajah yg 'tenang', wajah seorang ayah.
Semoga cepet sembuh anakmu, Bro. Ini doa dr seorang ayah ke ayah yg lain.
Langganan:
Postingan (Atom)