Rabu, 2 Juni 2010, 19:02
Lantai 53
Ada suatu pandangan yang mengusikku di siang tadi saat aku dan kedua temanku berjalan menuju rumah makan padang. Seorang perempuan berusia kurang lebih akhir 50-an sedang duduk di trotoar dan tampak mengusap mata dengan kain lusuh.
Apa yang terjadi denganya? Dalam benakku sang perempuan ini sedang dalam keadaan tertekan. Tapi tertekan karena apa? Karena kondisi dirinya kah atau karena tidak ada yang memberikannya uang?
Kubawa pikiranku dengan berdiam diri saat aku berjalan di depan kedua temanku yang entah sedang asik berdiskusi apa.
Sepanjang kiri jalan para karyawan sudah menempati bangku-bangku tempat makan di pinggir jalan dan ada beberapa pengemis dan pengamen yang sedang melakukan kegiatannya.
Hanya satu yang kupikirkan. Apa yang dirasakan para pengemis saat mereka melihat kami, para karyawan, sedang menikmati makan siang kami? Iri? Pedih? Sedih? Marah? Apakah itu yang dirasakan oleh perempuan tadi?
Entahlah dan aku berniat akan berbuat sesuatu saat aku balik ke kantor setelah makan siang dan itu sudah kulaksanakan. Meski bukan segitu yang kuinginkan. Aku harap aku bisa melakukan sesuatu yang lebih kepadanya di kemudian hari. Asalkan rasa malas dan jenuhku tidak kambuh seperti saat aku menulis catatan liar ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar